HelperChoice telah melakukan survei terhadap 921 pekerja domestik yang saat ini bekerja di Hong Kong mengenai bagaimana pandemi dan larangan penerbangan memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Saat ini terdapat 400.000 pekerja domestik di Hong Kong, dengan mayoritas berasal dari Filipina dan Indonesia, dan jumlah ini diprediksi akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
Setelah berbulan-bulan menghadapi gejolak politik Hong Kong, jadwal pekerja domestik asing kini menghadapi tantangan baru: COVID-19.
Sementara semua warga mengambil langkah ekstra untuk menghindari infeksi, situasi saat ini juga seringkali memaksa pekerja domestik asing untuk tidak keluar rumah pada hari libur mingguan mereka.
Pada 30 Januari, Departemen Tenaga Kerja Hong Kong dalam pemberitahuan resminya menyarankan semua pekerja domestik asing untuk tetap di rumah selama hari libur, dengan pernyataan juru bicara:
Selain rekomendasi pemerintah, sebagian besar responden survei telah mendiskusikan situasi ini dengan majikan (60%), teman di Hong Kong (65%), dan keluarga di negara asal (76%)
Secara mengejutkan, testimoni yang dikumpulkan HelperChoice mayoritas positif. Di masa sulit ini, banyak majikan yang meminta pekerja domestik mereka untuk tetap tenang. Seperti kesaksian Joy, seorang pekerja domestik di Hong Kong:
Analisis HelperChoice terhadap media sosial komunitas pekerja domestik menemukan banyak misinformasi yang beredar. Mahee Leclerc, Head of HelperChoice Hong Kong menyatakan:
Hasil yang mengkhawatirkan, mengingat 84% responden mengaku menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama tentang virus.
Ia menambahkan:
HelperChoice juga menanyakan apakah responden atau keluarga mereka terkena dampak larangan perjalanan dari Filipina. Saat ini, warga Filipina di Filipina tidak diizinkan bepergian ke China, Hong Kong, maupun Makau. Hasil survei menunjukkan 54% tidak terdampak, 16% terdampak langsung, 30% memiliki kerabat dekat yang terdampak.
Situasi ini menyulitkan majikan karena pekerja domestik baru atau pekerja yang sedang pulang ke Filipina, kini tidak bisa kembali ke Hong Kong.
Namun tanggapan pekerja domestik justru sangat positif dan penuh pengertian. Seperti komentar Giemar, pekerja domestik di Hong Kong:
Sementara Che, pekerja domestik lainnya, berpendapat:
Meskipun Departemen Tenaga Kerja Hong Kong mengizinkan perpanjangan kontrak pekerja domestik yang berakhir sebelum 31 Maret hingga 31 Mei, HelperChoice tetap menjadi solusi terbaik untuk merekrut pekerja domestik baru saat ini.
Sebagai platform digital pertama untuk merekrut dan melatih pekerja domestik di Hong Kong, HelperChoice menawarkan profil pekerja yang kontraknya hampir habis. Karena sudah berada di Hong Kong, mereka tidak terdampak larangan perjalanan dan menjadi pilihan terbaik bagi majikan.
Dengan mencari dan mewawancarai kandidat secara online melalui HelperChoice, majikan dapat melakukan proses rekrutmen dari rumah, mengurangi mobilitas di tengah meningkatnya kasus COVID-19 di Hong Kong.
Meski dalam situasi sulit, pekerja domestik asing tetap optimis tentang kondisi Hong Kong. Lebih dari 90% responden tidak berencana pindah ke negara lain dan akan tetap di Hong Kong. Kabar baik bagi masyarakat Hong Kong, mengingat saat ini 1 dari 7 keluarga bergantung pada pekerja domestik asing untuk merawat orang yang mereka cintai.
Oleh PathFinders Banyak orang, termasuk pekerja domestik asing, datang ke…
Oleh PathFinders Beberapa hal dalam hidup kita terjadi secara tak…
Mengurangi Homesickness di Luar Negeri Pindah ke luar negeri, baik…
(diterbitkan pada 21 September 2023) Sebagai tanggapan terhadap Pink October…
(Diterbitkan pada 18 November 2023) Saat musim dingin tiba di…
Oleh PathFinders (Klik di sini jika Anda belum membaca Fase…